Memaknai Tantangan Global Pendidikan dan Peran Sains sebagai Solusi Keberlanjutan Field Trip Isu Global dalam Pendidikan Sains

- Posted by Titien Suprihatien
- Posted in Akademik, Berita, Headline
Penulis: Titien Suprihatien
Tantangan global di bidang pendidikan semakin kompleks, menuntut solusi inovatif dan berkelanjutan. Perubahan iklim, ketidaksetaraan, dan revolusi teknologi membutuhkan respons cepat dan terintegrasi. Sains dan teknologi berperan krusial dalam menjawab tantangan ini, menawarkan pendekatan berbasis data dan solusi yang efektif untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil dan berkelanjutan. Guru sains perlu menguatkan diri agar memiliki pemahaman mendalam tentang peran sains dalam pendidikan global, karena sains menjadi kunci untuk masa depan yang lebih baik.
Sembilan orang mahasiswa Magister Pendidikan IPA Universitas Jambi melakukan field trip ke Kota Pekan Baru. Field trip merupakan merupakan kegiatan di mana sekelompok mahasiswa, belajar di luar ruangan, mengamati langsung suatu tempat atau aktivitas yang terkait dengan mata kuliah tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21-23 November tahun 2024. Tujuannya adalah Indonesian Creative School Pekan Baru, sekolah para juara yaitu sekolah As Shofa, dan kantor Tanoto Foundation Regional Sumatera B.
Field trip mata kuliah isu global dalam pendidikan sains ini diampu oleh tiga orang dosen yaitu: Ir. Bambang Hariyadi, M.Si., Ph.D, Prof. Dr.rer.nat. H. Rayandra Asyhar, M.Si. dan Bapak Muhammad Haris Effendi Hsb, S.Pd., M.Si., Ph.D. Field trip ini merupakan satu upaya untuk menggali praktik baik, mendulang inspirasi, menemukan ide-ide kreatif, dan melahirkan inovasi dalam mendesain dan mengimplementasikan pembelajaran sains yang berkualitas dan berkelanjutan.
Para mahasiswa mendapatkan wawasan berharga tentang bagaimana sekolah internasional menyikapi tantangan pendidikan masa kini. Di sekolah As Shofa, mereka dapat melihat sekolah tersebut mengembangkan pembelajaran sains berbasis STEAM yang menggabungkan lima ilmu, yaitu Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics, dengan menekankan pada hubungan antara pengetahuan dan keterampilan untuk memecahkan masalah.
Mahasiswa dapat merasakan atmosfir global ketika dibawa berkunjung ke dalam kelas mengamati langsung pembelajaran sains. Menyaksikan komunikasi biligual dengan konten pembelajaran robotik sungguh sebuah pengalaman berharga yang didapat mahasiswa pada kunjungan ke Sekolah As Shofa. Selain itu Sekolah As Shofa juga dilengkapi dengan perpustaan berbasis digital lengkap sebagai sumber referensi yang bisa diakses oleh semua guru dan murid.
Tidak hanya menguatkan pengetahuan, Sekolah As Shofa juga konsisten dalam menguatkan dan mengembangkan karakter murid. Sekolah berbasis islam ini tidak hanya mengisi otak murid dengan ilmu, mengasah jari-jemari dengan skills, tetapi juga mengisi qolbu murid dengan nilai-nilai religius.
Indonesian Creative School Pekan Baru adalah sekolah kedua yang dikunjungi. Sekolah ini merupakan sekolah dengan satuan pendidikan kerja sama (SPK) dengan Cambidge Assesment International Education. Mahasiswa berkesempatan untuk melihat langsung pameran sains dari Jerman dengan tema Universur, Mensch, Intelligen atau Alam Semesta, Manusia, dan Kecerdasan di sekolah ini.
Banyak ide kreatif didapatkan setelah melihat pameran sains yang langsung di datangkan dari Jerman. Tidak hanya konten, materi pameran, penampakan stands, dan pajangannya, tetapi juga communication skills yang ditampilkan murid-murid ketika memfasilitasi pengunjung pameran.
Field trip ini juga mengagendakan kunjungan kantor Tanoto Foundation Regional Sumatera B. Tanoto Foundation adalah lembaga filantropi yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto. Keduanya yakin bahwa setiap manusia layak mendapat kesempatan untuk memenuhi potensi sepenuhnya. Di mana melalui program sendiri, kemitraan, dan sebagai katalis bagi yang lain, Tanoto Foundation berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan taraf hidup masyarakat sesuai dengan visi mereka yaitu: mengembangkan potensi individu dan memperbaiki taraf hidup melalui pendidikan berkualitas yang transformatif.
Pada kesempatan ini mahasiswa berkesempatan untuk berdiskusi dengan Regional Lead Sumatera B Tanoto Foundation yaitu Bapak Dendi Satria Buana tentang bagaimana mewujudkan pembelajaran sains yang sesuai dengan isu global dan keberlanjutan. Banyak inspirasi yang didapatkan di mana Tanoto Foundation sebagai mitra pembangunan pemerintah sangat berperan dalam pengembangan inovasi pembelajaran aktif termasuk pembelajaran sains.
Tanoto Foundation memiliki target untuk mewujudkan visi nya, yaitu: Mengurangi angka stunting di Indonesia secara signifikan. Berkontribusi terhadap penurunan angka stunting di Indonesia menjadi kurang dari 20% pada tahun 2030. Meningkatkan peringkat internasional pendidikan Indonesia. Mendukung upaya Indonesia menjadi satu dari lima negara dengan peningkatan tertinggi dalam peringkat OECD (PISA) pada tahun 2030. Mempercepat penemuan dan penerapan inovasi kesehatan yang relevan untuk Asia. Memfasilitasi penelitian medis penyakit yang prevalen di Asia. Membina calon pemimpin yang tangguh. Mendukung pengembangan komunitas kepemimpinan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Memaknai Isu Global Pendidikan Sains
Dari ketiga kunjungan yang dilakukan dapat dimaknai beberapa hal penting diantaranya:
- Saat ini, tantangan global dalam pendidikan sains sangat kompleks. Ada kesenjangan akses pendidikan, rendahnya kualitas pendidikan di beberapa daerah, kurangnya kesiapan siswa menghadapi revolusi industri 4.0, dan tantangan perubahan iklim.
- Kualitas pendidikan yang rendah mengakibatkan rendahnya produktivitas, peningkatan kemiskinan, dan ketidaksetaraan.
- Kurangnya kesiapan menghadapi perubahan teknologi dan iklim akan memperburuk krisis global yang ada.
- Tidak bisa tidak, pendidik harus mampu dan mau melaksanakan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
- Sains dan teknologi memegang peran kunci dalam mengatasi tantangan ini. Pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan akses pendidikan, personalisasi pembelajaran, dan efisiensi sistem pendidikan.
- Pembelajaran berbasis riset ilmiah dapat menghasilkan inovasi dan membentuk murid yang lebih adaptif terhadap perubahan.
- Pentingnya integrasi pendidikan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) dalam kurikulum untuk mempersiapkan generasi inovator dan problem-solver.
Semua pendidik, khususnya guru sains memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, literasi sains, keterampilan proses sains dan teknologi. Segera, guru sains harus berupaya mengatasi tantangan global pendidikan. Tidak ada waktu untuk menunda, karena dampak dari masalah ini akan semakin terasa di masa depan. Perencanaan jangka panjang dan implementasi yang konsisten sangat penting untuk mencapai hasil yang signifikan.
Guru sains tidak bisa hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus mampu pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi (4C). Sekolah internasional yang dikunjungi menunjukkan bagaimana mereka mengintegrasikan 4C ini ke dalam kurikulum, menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan bermakna bagi siswa. Mereka juga menekankan pentingnya pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan individu siswa, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
Pengalaman di Lapangan: Inovasi dan Adaptasi
Selama kunjungan, mahasiswa mengamati berbagai praktik inovatif. Pengamatan ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana teori pembelajaran dapat diimplementasikan dalam konteks sekolah yang dinamis.
Pengalaman field trip ini menjadi momen refleksi bagi para mahasiswa. Mereka menyadari pentingnya mendesain pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Kunjungan ini mendorong mereka untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif, responsif, dan berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan diri menjadi pendidik yang mampu menciptakan solusi bagi keberlangsungan pendidikan di Indonesia.




