Kolaborasi RIKUB 2025 UNJA–ITB–IBTPI–PENS Dorong StunSmart melalui Workshop Penguatan Kapasitas Pemerintah Bidang Teknologi Kesehatan

- Posted by Wita Ardina Putri
- Posted in Akademik, Berita, Headline
Universitas Jambi (UNJA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan kolaborasi riset dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia (IBTPI), serta Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dalam program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) Tahun 2025. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan inovasi berbasis teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan RIKUB 2025, tim konsorsium menyelenggarakan Workshop Penguatan Kapasitas Pemerintah dalam Bidang Teknologi Kesehatan dengan tema “Solusi Cerdas Cegah Stunting dengan Teknologi AI” pada 10–13 Desember 2025 di ITB Innovation Park, Kota Bandung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi kesehatan berbasis data untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Urip Sulistiyo, S.Pd., M.Ed., Ph.D, sebagai ketua dari Universistas Jambi hadir bersama anggota Tim 2 RIKUB Universitas Jambi, yakni Dr. Ilham Falani, S.Pd., M.Si, Sekretaris Program Magister Pendidikan IPA dan dr. Huntari Harahap, M.Biomed, yang turut berperan aktif dalam diskusi dan sesi pemaparan terkait tantangan penanganan stunting di daerah . Kehadiran tim ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Jambi sebagai mitra strategis dalam kolaborasi riset nasional yang berdampak langsung pada pembangunan kesehatan masyarakat.

Workshop ini menjadi wadah diseminasi hasil riset sekaligus sarana transfer pengetahuan terkait pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam sektor kesehatan. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada pendekatan teknologi prediktif yang dapat digunakan untuk mendeteksi risiko stunting secara dini dan mendukung perencanaan intervensi yang lebih terukur.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam workshop tersebut adalah StunSmart, sebuah sistem prediksi risiko stunting berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan melalui kolaborasi UNJA, ITB, IBTPI, dan PENS. StunSmart dirancang sebagai alat bantu pengambilan keputusan yang mampu mengolah berbagai data kesehatan dan sosial secara terintegrasi untuk menghasilkan prediksi risiko stunting pada anak.

Prof. Urip menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini merupakan bagian penting dari strategi hilirisasi hasil riset. “Pengembangan StunSmart tidak hanya berhenti pada aspek teknis dan akademik, tetapi juga diarahkan agar dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sebagai pengguna utama dalam upaya pencegahan stunting,” ujarnya.
Melalui kolaborasi konsorsium, ITB berkontribusi pada penguatan model kecerdasan buatan dan analisis data, IBTPI mendukung aspek pengelolaan sistem dan keberlanjutan inovasi, sementara PENS berperan dalam pengembangan dan integrasi platform teknologi digital. Sinergi ini memungkinkan pengembangan StunSmart sebagai solusi teknologi kesehatan yang aplikatif dan berkelanjutan. Program RIKUB 2025 diharapkan dapat memperkuat kolaborasi riset lintas perguruan tinggi serta mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan berbasis AI dalam mendukung kebijakan publik. Kehadiran StunSmart dan pelaksanaan workshop ini menjadi bukti komitmen UNJA dan mitra konsorsium dalam menghadirkan solusi inovatif untuk peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia
LAMPIRAN