Eksplorasi Pendidikan Global: Field Trip Mahasiswa Magister Pendidikan IPA dalam Menggali Inovasi Pembelajaran Sains

- Posted by Wita Ardina Putri
- Posted in Akademik, Berita, Headline
Mahasiswa Magister Pendidikan IPA sukses menggelar kegiatan field trip mata kuliah Isu Global dalam Pendidikan Sains. Pelaksanaan kegiatan dimulai pada Jum’at, 29 November 2024 dan selesai pada Kamis, 05 Desember 2024. Kegiatan diikuti oleh 20 mahasiswa MPIPA angkatan 2023, serta 2 orang dosen pendamping. Lokasi utama pelaksaan kegiatan field trip dilaksanakan di tiga lembaga pendidikan, yakni Global Islamic School (GIS) 3 Yogyakarta, Magister Pendidikan Sains Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), serta Sekolah Alam Yogyakarta (Sayogya).
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis, serta membandingkan praktik pendidikan sains di berbagai lembaga pendidikan, khususnya terkait isu-isu global yang sedang berkembang. Selain itu, pelaksanaan field trip juga dilaksanaan dengan tujuan khusus, yakni mengidentifikasi, menganalisis dan membandingkan praktik pembelajaran sains yang terkait dengan; (1) implementasi kurikulum berbasis sains, (2) strategi pengajaran berorientasi global; (3) pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sains, serta (4) dukungan terhadap literasi sains dan keberlanjutan.
Mahasiswa secara bersama-sama melaksanakan kegiatan di setiap lokasi kunjungan. Rombongan disambut dengan hangat oleh masing-masing lembaga pendidikan. Setelah mendapat penjelasan umum terkait lembaga pendidikan yang dikunjungi, mahasiswa juga berkesempatan berkeliling sekolah untuk melihat proses pembelajaran yang berlangsung, serta mendapat penjelasan lebih detail tentang fasilitas, strategi dan metode pembelajaran, khususnya yang berhubungan dengan pembelajaran IPA.
Informasi terkait pembelajaran IPA diperoleh pula melalui wawancara dengan guru yang mendampingi mahasiswa berkeliling sekolah. Mahasiswa yang berjumlah 20 orang, dibagi menjadi 4 kelompok kecil dengan masing-masing kelompok menggali informasi terkait proses pembelajaran IPA melalui wawancara dan observasi.
Melalui kunjungan di GIS 3 Yogyakarta, mahasiswa berdiskusi bersama Direktur GIS, yakni Ms. Aini Husna, M.Pd. Mulai dari gambaran umum tentang GIS, pentingnya kolaborasi guru dan orang tua siswa, hingga topik global terkait pendidikan inklusi dan berkelanjutan, semuanya dibahas dengan hangat dan antusias. Setelah berkesempatan berkeliling GIS, rombongan mahasiswa melanjutkan kunjungan di FMIPA UNY yang disambut oleh Prof. Dr. Insih Wilujeng, M.Pd beserta Bapak/Ibu Dosen Program Studi Magister Pendidikan Sains. Diskusi kembali berlangsung dengan paparan kurikulum oleh Prof. Dr. Insih Wilujeng, M.Pd, serta pembahasan tentang pentingnya penulisan artikel ilmiah dalam menunjang proses pembelajaran. Diskusi juga bembahas tentang pendekatan etnosains, pendidikan inklusi, serta praktik inovasi pendidikan yang menghubungkan antara guru sebagai praktisi pendidikan dan mahasiswa. Sukses mendapat pengalaman belajar luar biasa dari Dosen Magister Pendidikan Sains UNY, mahasiswa melanjutkan kunjungan di Sayogya yang menjadi salah satu lembaga pendidikan informal di Yogyakarta. Mahasiswa mendapat sambutan hangat dari para pamong dan siswa. Diskusi dibimbing oleh Bapak Muhammad Firman, S.Si selaku pembina Sayogya, yang memberikan informasi tentang kurikulum pendidikan organik khas Sayogya. Setelah diskusi, mahasiswa diajak berkeliliing lokasi belajar mulai dari kandang sapi hingga berbagai kebun sayuran. Sayogya memberikan pandangan yang lebih luas tentang teori “Learning by Doing” dan pembelajaran seumur hidup.
Pengalaman belajar luar biasa ini memberikan pandangan baru kepada mahasiswa Magister Pendidikan IPA Universitas Jambi, khususnya tentang menemukan strategi mengajar IPA yang menyenangkan untuk para peserta didik. Kunjungan kali ini juga diharapkan dapat menambah pengetahuan dan membuka wawasan mahasiswa, agar dapat terus mengembangkan diri di arus globalisasi yang semakin tinggi, baik sebagai individu maupun sebagai pendidik.


