Kuliah Umum Internasional BRIN dan Tim Jepang: Sinergi Magister Pendidikan IPA Hadapi Tantangan Limnologi dan Perubahan Iklim

- Posted by Wita Ardina Putri
- Posted in Akademik, Berita, Headline
Jambi, 8 September 2025 – Pascasarjana Universitas Jambi melalui Program Studi Doktor Pendidikan MIPA dan Magister Pendidikan IPA sukses menyelenggarakan kuliah umum bertema “Limnologi di Era Perubahan Iklim: Proses Lingkungan, Tantangan Riset, dan Pembangunan Kapasitas Akademik”. Acara yang berlangsung di Auditorium Lantai 7 Graha Singedekane ini dihadiri ratusan mahasiswa, dosen, dan peneliti.
Kuliah umum menghadirkan narasumber internasional dan nasional, yaitu Prof. Chihiro Yoshimura dari Institute of Science Tokyo, Jepang, Prof. Yukiko Senga dari Toho University, Jepang, serta Dr. Luki Subehi, M.Sc., Kepala Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi riset lintas negara dalam menguatkan kapasitas akademik di Indonesia. Direktur Pascasarjana Universitas Jambi, Prof. Dr. Dra. Muazza, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa internasionalisasi akademik dan keterlibatan aktif dalam jejaring global merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas penelitian di era perubahan iklim yang semakin kompleks.
Prof. Chihiro Yoshimura membuka sesi kuliah umum dengan materi Environmental Photochemistry in Tropical Lakes. Beliau menjelaskan bahwa cahaya matahari, khususnya radiasi UV-A dan UV-B, memainkan peran penting dalam proses fotokimia di perairan tropis. Fokus penelitiannya tertuju pada dissolved organic matter (DOM) atau bahan organik terlarut yang berperan dalam dinamika karbon, produksi gas rumah kaca, serta kualitas air. Salah satu temuannya adalah bahwa DOM di perairan tropis memiliki konsentrasi lebih tinggi, sifat lebih aromatik, dan berat molekul yang lebih besar dibandingkan dengan perairan di wilayah beriklim sedang atau dingin. Hal ini menegaskan karakteristik unik ekosistem perairan tropis seperti di Indonesia yang perlu mendapat perhatian khusus dalam kajian limnologi global. Ia juga menyoroti kesenjangan pengetahuan mengenai sifat fotokimia DOM di danau tropis, sehingga kolaborasi riset lintas kawasan Asia Tenggara menjadi agenda penting untuk memahami variasi spasial dan temporal DOM sekaligus merumuskan strategi mitigasi dampak perubahan iklim.
Setelah itu, Prof. Yukiko Senga melanjutkan dengan paparan bertajuk Photodegradation of Dissolved Organic Matter (DOM) in Wetlands. Beliau menguraikan bahwa DOM, terutama aquatic humic substances (AHS), menyerap cahaya ultraviolet dan terdegradasi menjadi senyawa organik sederhana dengan berat molekul rendah. Proses ini turut menghasilkan emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan karbon monoksida (CO), yang berperan penting dalam siklus karbon global. Melalui penelitian di Jepang maupun Indonesia, Prof. Senga menunjukkan bahwa intensitas radiasi matahari yang tinggi di kawasan tropis mempercepat proses fotodegradasi DOM, sehingga meningkatkan potensi pelepasan gas rumah kaca dari ekosistem lahan basah. Temuan ini memperkuat pentingnya memperhitungkan lahan basah tropis dalam studi perubahan iklim dunia.


Dr. Luki Subehi kemudian menutup sesi dengan kuliah berjudul Exploring Lakes and Rivers: Roles, Research Activities, and Emerging Challenges in Limnology and Water Resources. Ia menegaskan peran vital ekosistem perairan darat, seperti danau, sungai, rawa, dan waduk, dalam menjaga ketahanan air, keanekaragaman hayati, hingga mitigasi bencana hidrometeorologi. Menurutnya, riset limnologi di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan data jangka panjang, tekanan aktivitas manusia seperti pencemaran dan sedimentasi, hingga dampak nyata perubahan iklim yang memengaruhi siklus hidrologi dan dinamika ekosistem akuatik. Melalui BRIN, berbagai riset kolaboratif terus didorong, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna memperkuat kapasitas akademik sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan.


Diskusi yang berlangsung setelah paparan para narasumber menunjukkan antusiasme tinggi dari mahasiswa dan peneliti, terutama terkait strategi adaptasi menghadapi perubahan iklim serta peluang kerja sama riset internasional. Kuliah umum ini dipandu oleh Dr. Tedjo Sukmono, S.Si., M.Si., dengan dukungan Ketua Program Studi Magister Pendidikan IPA, Dr. Afreni Hamidah, S.Pt., M.Si., serta Ketua Program Studi Doktor Pendidikan MIPA, Dr. Dra. Nizlel Huda, M.Kes. Kehadiran para pakar dan respon aktif peserta memperlihatkan bahwa isu limnologi di era perubahan iklim semakin mendapat perhatian serius, baik dalam ranah akademik maupun kebijakan publik.
Melalui kegiatan ini, Pascasarjana Universitas Jambi menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan global. Selain memperluas wawasan mahasiswa dan peneliti, kuliah umum ini juga memperkuat jejaring akademik internasional, membuka peluang kolaborasi riset yang lebih erat, serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang berlandaskan pada pengelolaan sumber daya air dan ekosistem perairan secara berkesinambungan.
Mayang Dela Kesumah